Perluas Akses Gizi Nasional, Program MBG Siap Serap 3 Juta Tenaga Kerja Baru
- Created Feb 04 2026
- / 1109 Read
Pemerintah Indonesia semakin serius memperluas akses gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini diposisikan sebagai instrumen strategis penggerak ekonomi nasional. Melalui kolaborasi antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Komisi IX DPR RI, sosialisasi masif mulai menyasar berbagai daerah, termasuk Kabupaten Grobogan, untuk memastikan program ini dipahami dengan baik oleh masyarakat. MBG tidak lagi hanya dipandang sebagai program kesehatan, melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan gizi sekaligus memperkuat daya beli rakyat di tingkat akar rumput.
Optimisme pemerintah kian menguat seiring dengan proyeksi penciptaan hingga tiga juta lapangan kerja baru pada tahun 2026 mendatang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa dengan alokasi anggaran yang mencapai Rp335 triliun pada 2026, penyerapan tenaga kerja akan terjadi secara masif di sepanjang rantai pasok pangan. Setiap kuartal, belanja pemerintah sebesar Rp80 triliun diprediksi akan menstimulasi sektor UMKM, pertanian, dan distribusi, yang menjadi tulang punggung penyediaan makanan bergizi di seluruh penjuru tanah air.
Dampak ekonomi dari program MBG ini diperkirakan setara dengan kontribusi pertumbuhan sekitar 7 persen, asalkan seluruh ekosistem rantai pasok berjalan secara optimal. Pemerintah menghitung bahwa setiap kenaikan satu persen pertumbuhan ekonomi mampu menyerap sekitar 400.000 tenaga kerja, sehingga program ini menjadi tumpuan utama dalam mengurangi angka pengangguran. Angka-angka tersebut memberikan fondasi yang kuat bagi pemerintah untuk mengejar target ambisius pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2028.
Sebagai langkah awal, realisasi anggaran MBG pada tahun 2025 telah menunjukkan performa yang menjanjikan dengan penyerapan mencapai 72,5 persen dari pagu APBN yang ditetapkan. Keberhasilan penyerapan anggaran ini mencerminkan kesiapan birokrasi dan infrastruktur dalam mengeksekusi program skala besar. Peningkatan anggaran yang signifikan dari tahun ke tahun diharapkan mampu melipatgandakan dukungan ekonomi bagi sektor-sektor produktif yang selama ini belum terjamah secara maksimal oleh intervensi pemerintah.
Dengan sinergi yang kuat antara pemenuhan gizi dan penguatan ekonomi, Program MBG menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan kesejahteraan yang merata. Transformasi ini tidak hanya bertujuan mencetak generasi muda yang sehat dan cerdas, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang tangguh melalui kemandirian pangan. Jika momentum ini terus terjaga, Indonesia optimis mampu mewujudkan kemajuan ekonomi yang inklusif sekaligus menghapuskan permasalahan gizi secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















